HUMAS UMSB- Mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dalam UKM Penelitian, Penalaran, dan Pengabdian Masyarakat membuat kursi sofa yang bahan utamanya terbuat dari Botol Minum Bekas.
Adalah Mulya Firdaus mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2020 yang berhasil membuat kursi dari botol bekas tersebut. Ide membuat sofa dari botol bekas ini karena keadaan disekitar rumah mahasiswa tersebut yang banyak terdapat botol bekas dan dibuang begitu saja, sehingga muncul pemikiran untuk memanfaatkan botol bekas tersebut menjadi barang layak pakai.
Rektor UMSB Riki Saputra, MA yang ditemui diruangannya mengatakan, ide ini sudah bagus dan sudah kreatif, namun kedepan sebelum kursi ini nantinya di produksi masal harus diuji dulu ketahanan bahannya. Ketahanan ini menyangkut berapa beban maksimal yang dapat ditampung kursi ini dan jangka waktu yang dinilai aman dalam penggunaan kursi tersebut. “harus diuji dulu ketahanan kursi ini, sehingga nanti kalau dibuat secara masal kursi ini tidak mengecewakan konsumennya”.
Wakil Dekan Fakultas Teknik UMSB Hariyadi, M.Kom mengatakan botol plastik air minum memang memberikan kesan yang sederhana, mudah dibawa dan design yang unik dan minimalis. Dibalik itu juga botol plastik berdampak negatif terhadap lingkungan yang signifikan, sebab proses terurainya plastik secara alami bisa memakan waktu yang cukup lama. Hal ini tentu berdampak serius terhadap keseimbangan ekosistem Alam. Alasan tersebut juga melatarbelakangi penciptaan sofa dari botol plastik bekas ini. Sofa yang dibuat dari botol bekas ini cenderung ringan, dan empuk untuk digunakan. Kedepan akan kita kembangkan agar sofa ini memiliki nilai jual.
Ketua UKM Penelitian, Penalaran, dan Pengabdian Masyarakat Waradzi Mustakim juga menambahkan bahwa beberapa mahasiswa dari UKM ini telah mulai menyalurkan ide kreatif nya, diantaranya ada mahasiswi yang membuat keripik dari kulit singkong yang biasanya terbuang. Hal ini juga disambut baik oleh Rektor kemudian meminta sampel dari keripik kulit singkong ini dan akan diperiksa di Labor Fakultas Farmasi guna uji kelayakan untuk dikonsumsi manusia.
Rektor juga berkomitmen untuk mensupport kegiatan-kegiatan positif dari mahasiswa, dan melihat geliat dari UKM yang kepengurusannya baru dilantik ini, Rektor berkeinginan agar UKM ini juga ada di tingkat Universitas.